Selasa, 22 Januari 2008

Memahami Format Gambar Digital

Salah satu daya tarik manusia dalam menikmati suatu objek adalah adanya unsur gambar (image). Gambar digital merupakan dokumen berbentuk file yang dihasilkan melalui perangkat elektronik atau media digital. Hasil teknologi gambar digital terus dikembangkan

Salah satu daya tarik manusia dalam menikmati suatu objek adalah adanya unsur gambar (image). Gambar digital merupakan dokumen berbentuk file yang dihasilkan melalui perangkat elektronik atau media digital. Hasil teknologi gambar digital terus dikembangkan ke dalam berbagai format demi memenuhi kebutuhan cetak atau non-cetak. Beruntung sekali, saat ini tersedia banyak tools software untuk membuat serta mengolah (manipulasi) sebuah gambar, baik yang gratis (freeware) ataupun berbayar (shareware). Teknologi cetak printer juga semakin canggih dan inovatif.

Sebagian desainer menuangkan karakter dan ide dalam coretan-coretan tangan, selanjutnya di-scanning (digitalisasi) ke dalam komputer dan hasilnya ?diolah? sesuai kebutuhan.
Untuk mendapatkan hasil image terbaik, perlu dipahami karakteristik atau seluk beluk gambar dan warna. Contohnya, ketika memperbesar ukuran gambar tetapi hasilnya menjadi pecah-pecah atau kabur (blur). Bisa jadi, ini dikarenakan gambar ?asli? yang sedang kita olah bertipe raster atau tidak cukup resolusinya. Contoh lain adalah tidak semua gambar mendukung untuk ditampilkan di web. Kalaupun dipaksakan, web menjadi berat dan menyusahkan untuk dilihat.
Contoh lain adalah ketika sobat mencetak gambar bertipe gif atau png maka hasilnya sering kurang memuaskan. Eps dan Tiff adalah format file yang popular untuk urusan mencetak sebab memiliki dukungan warna yang lebih lengkap.

Vektor vs (Bitmap) Raster
Dalam proses pembuatan gambar digital, kadang-kadang perlu dilakukan konversi dari raster ke vektor ataupun sebaliknya. Misalnya ketika membuat sebuah logo dengan efek-efek khusus dan mencetak gambar di kertas.

Secara garis besar, gambar dibagi menjadi dua kategori.
1. Aplikasi Vektor
Adobe Ilustrator, Corel Draw, Macromedia Freehand
2. Aplikasi Bitmap (raster)
Adobe Photoshop, Corel Photopaint, Macromedia Firework

Vektor adalah serangkaian instruksi matematis yang dijabarkan dalam bentuk, garis, dan bagian-bagain lain yang saling berhubungan dalam sebuah gambar. Ukuran file relatif kecil dan jika diubah ukurannya (seperti gambar di bawah ini) kualitasnya tetap. Contoh file vektor adalah .wmf, swf , cdr dan .ai. Dan sering dipakai dalam membuat logo, animasi, ilustrasi, kartun, clipart, dan sebagainya.

Bitmap adalah gambar bertipe raster. Mengandalkan jumlah pixel dalam satu satuan tertentu. Semakin rapat pixel, semakin baik kualitas gambar. Sebaliknya, jika dipaksa diperbesar akan terlihat pecah (seperti gambar di bawah ini). Besar file yang dihasilkan cenderung besar. Contoh bitmap adalah .bmp, .jpg, .gif.

RGB vs CMYK

RGB adalah singkatan dari Red-Green-Blue, tiga warna dasar yang dijadikan patokan warna secara universal (primary colors). Dengan basis RGB, kita bisa mengubah warna ke dalam kode-kode angka sehingga warna tersebut akan tampil universal. Patokan standar seperti ini ?wajib? karena dalam konteks profesional, kita tidak bisa mengatakan, "Saya ingin warna dasar website biru muda." Nah, biru muda yang seperti apa? Apakah seperti catnya taksi blue bird? Atau seperti langit cerah? Atau warna telor asin? Ataukah birunya Persib?

Dengan standar RGB, kita bisa mengatakan, "Yang dimaksud adalah warna R : 115 ? G : 221 ? B : 240 ." Dengan bahasa lain, warna biru yang kita inginkan mempunyai unsur warna merah sebesar 115, hijau 221, dan birunya 240 derajat. Range angka untuk masing-masing dimensi warna di RGB adalah 0 - 255. Jadi, kode RGB 0 ? 0 ? 0 sama dengan warna hitam dan 255 ? 255 - 255 adalah warna putih. Khusus warna di internet baru mampu mengenali standar warna RGB. Untuk memeriksa apakah file image berbasis RGB atau CMYK, silakan cek dengan aplikasi Photoshop (klik menu "Image > Mode").

CMYK merupakan standar industri cetak saat ini. Singkatan dari Cyan ? Magenta - Yellow, dan K mewakili warna hitam. Kenapa K? bukan B (black)? Ternyata alasannya cukup simple, supaya orang nggak keliru dengan B (Blue) di RGB.
Sama seperti RGB, CMYK juga mengandalkan standardisasi warnanya ke dalam koordinat. Rangenya antara 0 - 100 sehingga kehadiran unsur K sangat menentukan. Berapapun koordinat CMY-nya, selama K-nya 100 maka warna tersebut akan jadi warna hitam.
CMYK merupakan standar warna berbasis pigment-based, menyesuaikan diri dengan standar industri printing. Sampai saat ini, dunia cetak-mencetak memakai 4 warna dasar dalam membuat warna apa pun. Untuk Anda yang memiliki printer warna, coba perhatikan cartridge tinta warnanya, biasanya berbasis CMYK.

Sedangkan internet/web dan monitor memakai warna RGB. Standar ini bersifat light-based, bukan pigment. Apa bedanya? Bukan dari sekadar warna dasar yang dipakai, tapi dari jenis warnanya sendiri.
Light-based colors (RGB) kalau dicampur akan jadi warna putih (saling menerangkan) sedangkan pigment-based colors (CMYK) kalau dicampur akan jadi warna hitam (saling menggelapkan).

So, agar tidak kecewa, gambar untuk di-print sebaiknya di konversi dulu ke CMYK (kecuali pada printer modern yang profile-nya bisa diatur). Dan image buat ditampilkan di layar monitor harus dikonversi dulu ke RGB.

Web atau Cetak

Hal paling utama dalam membuat grafis untuk web adalah menciptakan file sekecil mungkin. Web gambar cukup membutuhkan gambar RGB dengan resolusi 72 dpi sedangkan untuk kebutuhan cetak memakai tipe (CMYK) dengan resolusi 300 dpi.
Standar resolusi tersebut sudah umum dan berlaku secara luas. Nilai tersebut merupakan resolusi paling reliable untuk dapat dilihat dengan mata manusia.
Jika resolusi semakin tinggi, mata manusia tidak akan dapat mengetahui bedanya. Oleh sebab itu, 300 dpi dianggap nilai yang cukup untuk dicetak. Lain halnya dengan teks, dibutuhkan resolusi yang lebih besar, yakni 400 dpi. Mengingat pada teks biasanya terdiri dari satu warna.
Resolusi dan size sangat mempengaruhi besarnya file. Contohnya, pada sebuah gambar CMYK dengan ukuran 5 x 5 inch dan resolusi 300 dpi. Maka ukuran filenya kira-kira sebesar (5 x 300) x (5 x 300) = 600 x 600 = 360000 = 8,58Mb (Silakan cek kombinasi tersebut dengan aplikasi Photoshop).

Pixel
Merupakan titik individu dari suatu warna. Arti lainnya adalah unit terkecil dari informasi digital yang terdapat dalam sebuah gambar. Setiap foto atau gambar terdiri atas ribuan atau jutaan pixel warna. Anda bisa melihat pixel warna suatu gambar dengan cara melakukan pembesaran gambar (zoom).

Sekilas format gambar
JPEG (Joint Photographic Expert Group) atau JPG. Format ini didesain untuk gambar-gambar dengan kedalaman warna 24-bit. Merupakan file standar dan paling populer di internet dan media cetak.

GIF (Graphics Interchange Format). GIF terbatas dalam 256 warna saja, tapi salah satu warnanya bisa dibuat ?transparan? sehingga kita bisa meletakkan gambar dengan warna latar yang berbeda-beda. Selain itu dapat dipakai sebagai animasi.
Sekitar Agustus tahun 1999, terjadi diskusi panjang tentang penggunaan format GIF di dunia intenet. Betapa tidak? Unisys sebagai pemegang hak paten metode kompresi GIF (LZW Compression) mendadak mengumumkan penarikan biaya sebesar $5000 bagi setiap pemilik dan developer situs yang memanfaatkan format gambar GIF. Padahal format GIF sudah telanjur mendunia.

PNG (Portable Network Graphics). Sebuah konsorsium yang terdiri atas berbagai perusahaan digital mengembangkan sebuah format baru yang disebut PNG. Merupakan jalan alternatif pengganti GIF dengan mencontoh metode kompresi gambar LZW. Sekarang ini semua browser internet sudah mendukungnya.
Format ini memiliki keistimewaan untuk menyimpan bermacam-macam kedalaman warna. Format baru ini tidak mengikis 'informasi' warna dalam gambar seperti yang dilakukan JPG. PNG juga membolehkan 'transparan'.
Pilihan yang umum dalam mengekspor gambar dalam format PNG adalah PNG-8 dan PNG-24. Maksudnya kira-kira mirip dengan pilihan kita ketika mengekspor dalam GIF terdapat pilihan kedalaman 3 (artinya 8 warna), 4 (16 warna), atau 8 (256 warna).

TIFF (Tagged Image File Format). File yang dihasilkan adalah .tif. Format ini sangat cocok digunakan untuk desktop publishing.

BMP (BitMap Graphics). Format kuno dan abadi ini telah dikenal ketika sistem operasi DOS dan Windows sampai sekarang. File yang dihasilkan adalah .bmp

2 komentar:

anis mengatakan...

wah,,masih rada2 gak mudeng nih,,
piye?
sa'jane mungkin beli buku panduan ja ta?
eh,kalo ada yg mw bantu kirim referensi boleh,silakan ja di send ke ayuvarde@yahoo.co.id
thax before,moga di bales ma yg di atas

Mgg Creative's Blog mengatakan...

kokkk format picture pdpny gag ad cehhh???